Track 8 Songtext
von The Jeblogs
Track 8 Songtext
Menengadah ke tempat kau tinggal
Ditumbuhi rambut awan sirus
Gemuruh merah di kepala
Melamun, dipeluk bayang-bayang
Ingin ku berkitar bersamamu
Terbang bebas di atas sana
Menanam padi di langit luas
Namun, sempitnya pikiran memenjara
Sesak dada, hitam udara
Persis seperti baju Batmanmu
Nanar mata melihat belakang
Apa yang harus aku lakukan?
Kita keliru seperti Rabu
Hari terakhir kau dan aku
Duduk di antara kursi kosong
Diam, sepakat meniadakan
Kilasan-kilasan
Kilometer sembilan
Selalu datang, terus menggonggong
Terus merongrong
Seperti rokok terbakar
Di sela-sela jari
Kau dan aku berjalan mundur
Menuju akhir
Aku, aku, aku
Aku, aku, aku
Aku
Aku intip lebih dini ibu dari kitab-kitab
Untuk coba mencuri apa yang masih belum tersingkap
Berat, menekan hingga berbusa, berantakan di beranda
Mendesak dan membentang, banyak rupanya, banyak biasnya
Menengadah ke tempat kau tinggal
Ditumbuhi rambut awan sirus
Memecah kode di atas papirus
Masih, kukerap salah sangka
Hanya kira lelah, bahagianya Sisyphus
Harapan yang hangus, yang kadang terhapus
Virus atau vaksin, obat atau toxin
Hampir tak kupercaya cahaya di ujung terowongan
Tak yakinkah ujung jalan atau kereta lain yang datang?
Dan kamu, kamu, kamu, kamu, kamu
Bantah aku yang tak mampu mengukur dengan tepat
Kapan cepat dan kapan lambat
Kapan prasangka dan kapan khurafat
Keragu-raguan jadi ayat-ayat yang dirapal sepanjang hayat
Hingga tenang pun tak sempat
Berjuta-juta sajak masih tak mampu usir resah
Berpura-pura anjak hanya hasilkan alkisah
Berbunga-bunga aku tebar
Di atas kubur mimpi-mimpi yang masih basah
Khawatir datang lebih dini
Selalu begitu bila kepala dan hati terpisah
Oleh tebasan pedang gelisah
Oleh kaburnya jurang pemisah
Hari yang lalu dan yang esok
Yang jadi hantu dan jadi momok untuk hari ini
Untuk hari ini, untuk hari ini
Untuk hari ini, untuk hari ini
Tak kusayat leherku untuk hari ini
Tak kuikat nafasku untuk hari ini
Tak kulubangi dadaku untuk hari ini
Tak kuhamtam aspal untuk hari ini
Tak kutenggak racun untuk hari ini
Tak kutenggelamkanku untuk hari ini
Aku rawat gelisahku untuk hari ini
Aku rasa khawatirku untuk hari ini
Tangis menangisku untuk hari ini
Tawa tertawaku untuk hari ini
Untuk aku, untuk kamu, untuk hari ini
Sampai kapan kau diam di kepala?
Sedang dunia begitu luasnya
Jangan mati membusuk di sana
Biarkan kakimu mengembara
Rasakan getar sinarnya
Nikmati lembut hembusnya
Selami tangis dan tawa
Menarilah bahagia
Yang t′lah pergi akan s'lalu terkenang
Dan sambutlah yang akan datang
Yang t′lah pergi akan s'lalu terkenang
Dan sambutlah yang akan datang
Rasakan getar sinarnya
Nikmati lembut hembusnya
Selami tangis dan tawa
Menarilah bahagia
Ditumbuhi rambut awan sirus
Gemuruh merah di kepala
Melamun, dipeluk bayang-bayang
Ingin ku berkitar bersamamu
Terbang bebas di atas sana
Menanam padi di langit luas
Namun, sempitnya pikiran memenjara
Sesak dada, hitam udara
Persis seperti baju Batmanmu
Nanar mata melihat belakang
Apa yang harus aku lakukan?
Kita keliru seperti Rabu
Hari terakhir kau dan aku
Duduk di antara kursi kosong
Diam, sepakat meniadakan
Kilasan-kilasan
Kilometer sembilan
Selalu datang, terus menggonggong
Terus merongrong
Seperti rokok terbakar
Di sela-sela jari
Kau dan aku berjalan mundur
Menuju akhir
Aku, aku, aku
Aku, aku, aku
Aku
Aku intip lebih dini ibu dari kitab-kitab
Untuk coba mencuri apa yang masih belum tersingkap
Berat, menekan hingga berbusa, berantakan di beranda
Mendesak dan membentang, banyak rupanya, banyak biasnya
Menengadah ke tempat kau tinggal
Ditumbuhi rambut awan sirus
Memecah kode di atas papirus
Masih, kukerap salah sangka
Hanya kira lelah, bahagianya Sisyphus
Harapan yang hangus, yang kadang terhapus
Virus atau vaksin, obat atau toxin
Hampir tak kupercaya cahaya di ujung terowongan
Tak yakinkah ujung jalan atau kereta lain yang datang?
Dan kamu, kamu, kamu, kamu, kamu
Bantah aku yang tak mampu mengukur dengan tepat
Kapan cepat dan kapan lambat
Kapan prasangka dan kapan khurafat
Keragu-raguan jadi ayat-ayat yang dirapal sepanjang hayat
Hingga tenang pun tak sempat
Berjuta-juta sajak masih tak mampu usir resah
Berpura-pura anjak hanya hasilkan alkisah
Berbunga-bunga aku tebar
Di atas kubur mimpi-mimpi yang masih basah
Khawatir datang lebih dini
Selalu begitu bila kepala dan hati terpisah
Oleh tebasan pedang gelisah
Oleh kaburnya jurang pemisah
Hari yang lalu dan yang esok
Yang jadi hantu dan jadi momok untuk hari ini
Untuk hari ini, untuk hari ini
Untuk hari ini, untuk hari ini
Tak kusayat leherku untuk hari ini
Tak kuikat nafasku untuk hari ini
Tak kulubangi dadaku untuk hari ini
Tak kuhamtam aspal untuk hari ini
Tak kutenggak racun untuk hari ini
Tak kutenggelamkanku untuk hari ini
Aku rawat gelisahku untuk hari ini
Aku rasa khawatirku untuk hari ini
Tangis menangisku untuk hari ini
Tawa tertawaku untuk hari ini
Untuk aku, untuk kamu, untuk hari ini
Sampai kapan kau diam di kepala?
Sedang dunia begitu luasnya
Jangan mati membusuk di sana
Biarkan kakimu mengembara
Rasakan getar sinarnya
Nikmati lembut hembusnya
Selami tangis dan tawa
Menarilah bahagia
Yang t′lah pergi akan s'lalu terkenang
Dan sambutlah yang akan datang
Yang t′lah pergi akan s'lalu terkenang
Dan sambutlah yang akan datang
Rasakan getar sinarnya
Nikmati lembut hembusnya
Selami tangis dan tawa
Menarilah bahagia
Writer(s): Amirul Muttaqin, Ryan Ramadhan, Valentino Mahoni Haris, Gus Dani Ardiansyah, Febrianto Prima Kurniawan Riadi, Gilang Ramadhan Ruslan, Hanief Yuwanda Hardono Lyrics powered by www.musixmatch.com

